PENTINGNYA EKOSISTEM STARTUP DALAM SEBUAH KOTA

Paul Graham Pendiri dari Ycombinator, sebuah akselerator startup ternama di Silicon Valley pernah memberikan sebuah analogi yang menurut saya sangat tepat untuk menggambarkan fenomena sebuah kota dan hubungannya dengan tingkat kesuksesan startup. Pada awalnya dia berpikir bahwa kontribusi yang diciptakan sebuah kota hingga menyebabkan sebuah startup akhirnya "mati" adalah misteri, namun kemudian dia menyadari bahwa cara dirinya melihat situasi tersebut salah. Pada dasarnya kodrat dari sebuah startup adalah sudah pasti mati, namun permasalahannya adalah banyak kota tidak mampu menyelamatkan startup-startup tersebut.

Jika dianalogikan para startup ini seperti layaknya sebuah bibit yang akan tumbuh dan sebagian besar akan mati, dan sebagian lainnya menjadi tanaman yang subur dengan perawatan dan pupuk untuk menyelamatkannya. Kita coba kembali mengingat kondisi kota Paris pada tahun 1920an dimana seni saat itu menjadi industri yang sangat maju, namun kondisi itu tercipta bukan hanya karena kontribusi para seniman semata, tapi keterlibatan jaringan penjual barang seni, kurator, kritikus, dan sebagainya yang mampu menjual kepada orang-orang kaya, menciptakan inspirasi bagi pelukis lainnya untuk menduplikasi kesuksesan tersebut, dan memunculkan karya-karya baru yang untuk "menyaingi" karya sukses sebelumnya. Akhirnya industri seni berhasil menjadi sebuah industri di kota tersebut, hingga saat ini.

Begitu pula dengan industri startup, tidak cukup hanya beberapa orang dengan kemampuan teknis dan bisnis saja, namun dibutuhkan sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Membangun bisnis konvensional dari nol mungkin bisa diawali dengan mencari investasi dimana investor melihat potensinya dari proyeksi bisnis berdasarkan contoh kasus yang terjadi pada bisnis serupa di tempat lainnya. Namun jika kita akan membangun startup dari nol dan kita akan mencari investasi maka mereka akan menilai bisnis kita dari performa produk yang harus melewati titik kritis dari sebuah produk. Jika belum melewati titik kritis tersebut, potensi dari bisnis/produk kita akan dianggap terlalu awal untuk diprediksi dan mendapatkan investasi.

Situasi ini tentu sangat sulit bagi banyak startup yang baru memulai, karena bisa dipastikan dalam masa awal pertumbuhannya startup akan sangat sulit untuk mendapatkan respon konsumen yang memuaskan. Untuk situasi ini peran ekosistem sangat membantu untuk memberi peluang pertumbuhan lebih banyak startup yang akan dan baru memulai. Beberapa peran ekosistem tersebut adalah :

  1. Mempertemukan startup dan "Angel Investor" atau akselerator, ketika sebuah startup yang belum mendapatkan traksi yang meyakinkan dari konsumen dianggap terlalu baru untuk mendapat investasi, maka peran dari angel investor dan akselerator sangatlah penting. Investasi dapat diberikan kepada para startup yang baru memulai dengan menilai potensi ide dan kualitas pendiri startup (founder), namun yang menarik dari proses ini adalah pemberian investasi ini terjadi bukan semata dari penilaian tentang ide terbaik dan paling potensial, tapi sebuah komunikasi dan kepercayaan pada visi bisnis atau produk tersebut. Dimanakah sebuah startup dan angel investor bisa bertemu, sebagian besar dipertemukan dalam sebuah ekosistem startup.

  2. Mempelajari iklim baru yaitu bisnis, perkembangan startup saat ini membuat tidak sedikit anak-anak muda yang memiliki keahlian di bidang pemograman komputer atau desainer yang baru lulus dari bangku kuliah ataupun bekerja di perusahaan besar yang tertarik untuk mengembangkan startup mereka belum memiliki pengalaman dalam membangun bisnis, sementara dalam membangun startup dibutuhkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat dan cepat. Peran dari jaringan dan komunikasi dengan mentor ataupun pihak yang lebih berpengalaman didalam sebuah ekosistem akan sangat membantu.

  3. Mencari talenta berbakat adalah kebutuhan vital dalam membangun startup yang kuat, namun untuk melakukan pencarian terhadap Co-founder yang tepat akan sangat melelahkan jika dilakukan secara sendirian. Peran dari ekosistem adalah mempertemukan para talenta-talenta berbakat tersebut.

  4. Fakta menunjukkan bahwa para entrepreneur yang memiliki mentor memiliki tingkat pertumbuhan tiga kali lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan yang tidak memiliki mentor dalam pengembangannya. Sebuah ekosistem tentunya memiliki mentor-mentor yang berperan penting dalam ekosistem tersebut yang rela membantu ataupun pihak-pihak tertentu yang bekerja sama untuk mendukung ekosistem tersebut.

Masih banyak peran dan kontribusi dari sebuah ekosistem dalam sebuah kota untuk meningkatkan pertumbuhan startup yang lebih kuat dan berdampak ekonomi lebih besar bagi sebuah kota. Kehadiran dari Medan Tech valley diharapkan mampu menjawab akan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh startup-startup dari kota Medan khususnya di masa depan.